Proyek Jalan S. Parman Disorot, PJU Mati dan Besi Cor Menganga Dinilai Ancam Keselamatan Pengguna Jalan Proyek Jalan S. Parman Disorot, PJU Mati dan Besi Cor Menganga Dinilai Ancam Keselamatan Pengguna Jalan


Proyek Jalan S. Parman Disorot, PJU Mati dan Besi Cor Menganga Dinilai Ancam Keselamatan Pengguna Jalan


Etahnews.id | BATAM
– Pelaksanaan proyek peningkatan Jalan Simpang Batamindo Muka Kuning–Tanjung Piayu (Jalan S. Parman) yang dikerjakan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) menuai sorotan dari masyarakat Kecamatan Sungai Beduk.

‎Keluhan warga ramai diperbincangkan dalam salah satu grup WhatsApp masyarakat Sungai Beduk. Warga menilai pelaksanaan proyek rekonstruksi jalan tersebut masih kurang memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan serta minim transparansi informasi kepada masyarakat.

‎Berdasarkan data pada papan proyek, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Pulau Bulan Indo Perkasa selaku kontraktor pelaksana dengan pengawasan dari PT Vitech Pratama Konsultan. Proyek ini dikerjakan berdasarkan Kontrak Nomor 6/000.3.3/SPJ/RJ/BM/IV/2026 tertanggal 17 April 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp14.570.991.385 yang bersumber dari APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2026 dan memiliki masa pelaksanaan selama 210 hari kalender.

‎Namun di lapangan, sejumlah temuan menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya terkait keberadaan papan informasi proyek yang dinilai tidak ditempatkan di lokasi pekerjaan. Papan proyek diketahui berada di area gudang milik kontraktor di sekitar kawasan Ruko Bukit Sentosa, sehingga dinilai menyulitkan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait pekerjaan yang sedang berlangsung.

‎Selain itu, warga juga menyoroti metode pelaksanaan pekerjaan yang dianggap kurang memperhatikan faktor keselamatan.

‎Pada beberapa titik jalan yang telah dilakukan pengecoran, terlihat besi tulangan masih terbuka dan menjulur ke area yang dilalui kendaraan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat malam hari.

‎Keluhan warga semakin bertambah karena sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan proyek dilaporkan tidak berfungsi. Minimnya rambu-rambu peringatan dan pengamanan di sekitar lokasi pekerjaan membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas.

‎Beberapa warga mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera ditangani. Mereka berharap pihak kontraktor segera melakukan pembenahan terhadap sistem pengamanan proyek agar tidak menimbulkan korban jiwa.

‎Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Mangsang, Laspen Simamora, meminta pihak terkait untuk lebih serius memperhatikan aspek keselamatan masyarakat.

‎“Jangan sampai ada korban baru tata cara kerjanya diubah. Kita mendukung program pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Batam. Namun kami berharap dinas terkait menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap kontraktor yang mengerjakan proyek ini.

‎Jika kondisi PJU memang mati, kontraktor harus meningkatkan rambu-rambu pengamanan dan mencari solusi agar pekerjaan yang belum rampung tidak membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.

‎Sementara itu, Camat Sungai Beduk, Rifandi Malik, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.

‎“Terkait keluhan masyarakat tersebut akan kami sampaikan kepada dinas terkait agar pihak kontraktor pelaksana dapat segera melakukan antisipasi dan mencari solusi terhadap kondisi yang dikeluhkan warga,” ujarnya.

‎Masyarakat berharap Pemerintah Kota Batam melalui Dinas BMSDA dapat meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut sehingga pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan kualitas jalan dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam maupun kontraktor pelaksana belum memberikan tanggapan atau konfirmasi resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat. (Mat).
Lebih baru Lebih lama