Satukan Kekuatan Ormas Batak di Batam, Festival Budaya 2026 Siap Digelar dengan 91 Peserta dan Hadiah Ratusan Juta Satukan Kekuatan Ormas Batak di Batam, Festival Budaya 2026 Siap Digelar dengan 91 Peserta dan Hadiah Ratusan Juta

Satukan Kekuatan Ormas Batak di Batam, Festival Budaya 2026 Siap Digelar dengan 91 Peserta dan Hadiah Ratusan Juta

Satukan Kekuatan Ormas Batak di Batam, Festival Budaya 2026 Siap Digelar dengan 91 Peserta dan Hadiah Ratusan Juta

Etahnews.id | BATAM -
Persiapan Festival Budaya Batak Batam 2026 semakin matang. Sebanyak 91 peserta dinyatakan lolos verifikasi panitia dan siap berkompetisi dalam ajang pelestarian budaya Batak yang akan digelar di Tiara Convention Hall Panbil, Batam, Kepulauan Riau.

Komitmen menyukseskan festival tersebut mengemuka dalam rapat sosialisasi yang berlangsung di Ruang Kesturi, Hotel Wyndham Panbil, Batam, Rabu (21/10/2026). Pertemuan ini dihadiri sejumlah ketua organisasi kemasyarakatan (ormas) Batak, tokoh masyarakat, serta tokoh muda Batak yang berdomisili di Pulau Batam.

Organisasi yang hadir antara lain Pemuda Batak Bersatu (PBB), Batak Toba Nahumaliang (BTN), Bangso Batak Marsada (BBM), Aliansi Batak Marsada (AMB), Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (Ikabsu), Ikatan Keluarga Besar Tapanuli Utara (Ikabtu), Pemuda Pancasila (PP), dan Ikatan Pemuda Karya (IPK), bersama sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Rapat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan dukungan berbagai organisasi dalam menyukseskan festival sekaligus menjaga keberlangsungan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman.

Ketua Panitia Festival Budaya Batak Batam 2026, Mangihut, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian adat dan tradisi Batak, khususnya bagi generasi muda yang tumbuh di perantauan.

Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama agar nilai-nilai tradisi tidak tergerus oleh perubahan zaman dan tetap dikenal oleh generasi penerus.

“Sebagai ketua panitia, saya mengajak seluruh ketua organisasi Batak dan organisasi asal Sumatera Utara yang ada di Batam untuk bersama-sama menyukseskan acara ini. Terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang hadir atas antusiasme dan dukungan luar biasa yang diberikan,” ujar Mangihut.

Senada dengan itu, Sekretaris Panitia, Niko Nikson Situmorang, S.H., M.H., mengajak seluruh elemen organisasi kemasyarakatan untuk mengambil bagian secara aktif, tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga turut mengawal persiapan hingga pelaksanaan festival.

Ia berharap sinergi ant organisasi dapat menjadi kekuatan utama untuk memastikan kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya Batak di Kota Batam.

91 Peserta Siap Berlaga dalam Empat Kategori

Festival Budaya Batak Batam 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 31 Oktober hingga acara puncak pada 28 November 2026 di Tiara Convention Hall Panbil, Batam.

Hingga rapat sosialisasi digelar, sebanyak 91 peserta telah dinyatakan lolos verifikasi panitia. Mereka akan berkompetisi dalam empat kategori perlombaan, yakni:

* Tortor Batak Dewasa, sebagai upaya menjaga seni tari tradisional Batak

* Tortor Batak Anak-anak, untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.

* Parsinabung Maminta Gondang, untuk melestarikan tradisi dan peran dalam rangkaian adat Batak.

* Fashion Show Budaya Batak, sebagai ruang kreativitas dalam memperkenalkan busana dan identitas budaya.

Para peserta akan memperebutkan total hadiah hingga ratusan juta rupiah yang telah disiapkan panitia. Besarnya hadiah tersebut diharapkan dapat meningkatkan antusiasme peserta sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelestarian budaya.

Dukungan Tokoh Masyarakat dan Dunia Usaha

Dukungan terhadap penyelenggaraan festival ini juga datang dari Johanes Kenedy Aritonang, tokoh masyarakat Batak sekaligus pengusaha, yang bertindak sebagai Penasihat Yayasan Yonkenedia Batam.
Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong terselenggaranya kegiatan budaya yang melibatkan berbagai organisasi dan lapisan masyarakat.

Panitia berharap Festival Budaya Batak Batam 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang perjumpaan antargenerasi, penguatan persaudaraan, serta sarana memperkenalkan kekayaan budaya Batak kepada masyarakat luas.

Menutup arahannya, Mangihut kembali menyerukan semangat kebersamaan kepada seluruh pengurus organisasi dan tokoh masyarakat yang hadir.

“Mari kita sukseskan Festival Budaya Batak Batam 2026 ini. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.

Rapat sosialisasi kemudian ditutup dengan ramah-tamah dan makan bersama yang diikuti seluruh undangan, ketua organisasi, serta tokoh muda Batak dari berbagai daerah.

Melalui festival ini, panitia berharap pelestarian budaya tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus diwujudkan melalui keterlibatan nyata masyarakat dalam menjaga adat, seni, dan identitas leluhur bagi generasi mendatang.(Mat).

Lebih baru Lebih lama