![]() |
| KKN 53 UMRAH Dorong Semangat Belajar Siswa SMA 30 Batam, Soroti Keterbatasan Sarana Pendidikan |
Etahnews.id | BATAM - Semangat meningkatkan kualitas pendidikan tidak selalu lahir dari kondisi yang serba lengkap. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 53 Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang berlangsung di SMA 30 Batam pada 10–11 Agustus 2026.
Kegiatan yang mengusung pendekatan edukatif tersebut diisi dengan pembelajaran Matematika serta sosialisasi mengenai perguruan tinggi.
Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya diarahkan untuk membantu proses pembelajaran, tetapi juga membangun motivasi dan wawasan siswa agar memiliki orientasi pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Dalam pembelajaran Matematika, mahasiswa KKN Kelompok 53 memberikan pendampingan secara interaktif kepada para siswa.
Metode tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih komunikatif dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik.
Selain kegiatan akademik di dalam kelas, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai dunia perguruan tinggi.
Para siswa diperkenalkan dengan berbagai pilihan program studi, dinamika kehidupan mahasiswa, peluang memperoleh beasiswa, hingga pentingnya merencanakan pendidikan dan karier sejak berada di bangku SMA.
Ketua Kelompok KKN 53 UMRAH, Frando Sipayung, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu proses pembelajaran, tetapi juga memberikan motivasi kepada siswa agar memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan. Kami ingin adik-adik di SMA 30 Batam memiliki gambaran bahwa setelah lulus SMA masih ada jenjang pendidikan yang bisa mereka tempuh,” ujar Frando.
Menurutnya, pemahaman mengenai perguruan tinggi penting diberikan sejak dini agar siswa memiliki perspektif yang lebih luas dalam menentukan arah pendidikan dan cita-cita.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini mereka semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan berani menentukan cita-cita mereka,” lanjutnya.
SMA 30 Batam Masih dalam Tahap Pengembangan
Di balik semangat belajar para siswa, Kelompok 53 KKN UMRAH juga melihat bahwa SMA 30 Batam masih berada dalam tahap awal pengembangan. Kondisi tersebut tercermin dari sejumlah keterbatasan sarana dan prasarana yang masih membutuhkan perhatian.
Frando menyebut keterbatasan tersebut antara lain berkaitan dengan ketersediaan ruangan, fasilitas meja dan kursi di kantor guru, serta fasilitas pendukung kenyamanan belajar di ruang kelas.
“Kami juga menyoroti kondisi SMA 30 Batam yang masih tergolong baru dan tengah dalam tahap pengembangan.
Sekolah ini baru mulai berjalan pada tahun ajaran baru sehingga masih terdapat sejumlah keterbatasan dari sisi sarana dan prasarana,” ungkapnya.
Menurut dia, keterbatasan fasilitas merupakan tantangan tersendiri dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan kondusif.
“Ruangan masih terbatas, fasilitas di kantor guru seperti meja dan kursi juga masih minim, kemudian di ruang kelas belum tersedia kipas. Ini tentu menjadi tantangan dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman,” katanya.
Meski demikian, Frando menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak semestinya mengurangi semangat guru maupun siswa dalam menjalankan proses pendidikan.
Ia justru memberikan apresiasi terhadap tenaga pendidik dan siswa SMA 30 Batam yang tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi sarana yang masih dalam proses pengembangan.
“Kami sangat mengapresiasi semangat guru dan siswa yang tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan baik meskipun fasilitasnya masih terbatas,” ujarnya.
Dorong Perhatian terhadap Sarana Pendidikan
Kelompok 53 KKN UMRAH berharap kondisi tersebut dapat menjadi perhatian bersama, khususnya dalam upaya pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di SMA 30 Batam.
Menurut Frando, pembangunan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas pembelajaran, tetapi juga membutuhkan lingkungan belajar yang layak dan mendukung aktivitas siswa maupun tenaga pendidik.
“Kami berharap ke depan perhatian dan dukungan terhadap SMA 30 Batam dapat terus ditingkatkan, sehingga sekolah ini bisa berkembang dan memberikan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi para siswa,” katanya.
Kegiatan KKN tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui bidang pendidikan. Mahasiswa tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga berupaya mengambil peran dalam memberikan edukasi, motivasi, dan wawasan kepada generasi muda.
Melalui kegiatan pembelajaran Matematika dan sosialisasi perguruan tinggi, Kelompok 53 KKN UMRAH berharap kehadiran mereka dapat memberikan manfaat bagi SMA 30 Batam, khususnya dalam meningkatkan motivasi belajar serta memperluas wawasan siswa mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan.
Semangat belajar di tengah keterbatasan tersebut menjadi pesan penting bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan fasilitas, lingkungan belajar yang layak, serta pendampingan yang mampu mendorong siswa untuk berani bermimpi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (FS)

