![]() |
| Tangisan Pecah Usai Serah Terima Jenazah Dewi Sartika, Keluarga dan Rekan Kerja Minta Penyebab Kematian Diungkap Terang |
Etahnews.id | BATAM - Tangisan dan suasana haru pecah di RS Bhayangkara Polda Kepri, Rabu (12/8/2026), setelah jenazah Dewi Sartika Sitinjak diserahkan kepada pihak keluarga usai menjalani proses otopsi.
Sejumlah sahabat dan rekan kerja Dewi dari PT Yageo Telenecanique Muka Kuning terlihat tidak kuasa menahan kesedihan. Mereka berdiri di sekitar peti jenazah sembari menangis dan memberikan penghormatan terakhir kepada perempuan muda tersebut.
Salah satu rekan kerja Dewi, Enjel, tampak sangat terpukul. Kesedihan mendalam terlihat saat dirinya menyaksikan sahabat sekaligus rekan kerjanya telah pergi untuk selamanya.
Kepergian Dewi juga menyisakan sejumlah pertanyaan bagi keluarga dan rekan-rekannya. Mereka meminta seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum kondisi Dewi memburuk dapat diungkap secara terang dan objektif.
Menurut pihak keluarga dan rekan kerja, sebelum menjalani tindakan operasi, kondisi Dewi disebut dalam keadaan sehat dan bugar. Namun, setelah menjalani operasi, kondisi kesehatannya kemudian memburuk hingga akhirnya mengalami kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif sebelum meninggal dunia.
“Dewi sebelum operasi terlihat sehat dan masih bisa beraktivitas. Kami tentu mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi setelah operasi sampai kondisinya menjadi kritis,” menjadi pertanyaan yang disampaikan pihak keluarga dan rekan-rekan Dewi.
Pertanyaan tersebut kini menjadi bagian penting yang diharapkan dapat dijawab melalui proses pemeriksaan dan hasil otopsi. Keluarga berharap seluruh fakta medis dapat disampaikan secara profesional sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Keluarga juga menegaskan keinginan agar kasus yang menimpa Dewi tidak berhenti pada kepergian korban.
Mereka meminta seluruh proses penanganan dan penyelidikan dilakukan secara transparan, termasuk apabila ditemukan fakta atau kondisi tertentu yang perlu dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum.
Namun demikian, hasil otopsi dan pemeriksaan medis menjadi dasar penting untuk mengetahui penyebab kematian Dewi. Karena itu, setiap dugaan mengenai penyebab memburuknya kondisi korban tetap perlu menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang dan tenaga medis yang berkompeten.
Usai proses serah terima jenazah, keluarga kemudian mempersiapkan keberangkatan Dewi Sartika Sitinjak dari Batam menuju Pulau Samosir, Sumatera Utara, untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.
Kepergian Dewi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan kerjanya. Di tengah suasana kehilangan tersebut, satu harapan mereka kini mengemuka yaitu seluruh rangkaian peristiwa yang dialami Dewi dapat diungkap berdasarkan fakta, hasil pemeriksaan medis, dan proses hukum yang transparan. (Mat).

