Etahnews.id | BATAM - Komitmen Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan terus diwujudkan melalui langkah nyata.
Setelah penandatanganan awal Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), GKPS bersama Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional (Indobaru University/IIBN) kembali menggelar pertemuan lanjutan guna memantapkan implementasi kerja sama strategis yang akan memberikan manfaat luas bagi warga jemaat di seluruh Indonesia.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam menyelaraskan berbagai program kolaborasi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pemberdayaan jemaat sebagai bagian dari pelayanan gereja yang relevan dengan perkembangan zaman.
Hadir dalam pertemuan itu Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Indobaru Nasional, Dr. Jontro Simanjuntak, S.Pt., S.E., M.M., didampingi Denok Wulandari, S.Kom., M.Kom., Wakil Rektor I Bidang Akademik, serta Suali, S.E., M.M., Kepala Penjaminan Mutu (PJM) IIBN.
Dari pihak GKPS hadir Pdt. Oberlin Silalahi, Praeses GKPS Distrik VI, bersama Pdt. Dr. Krisman Purba, S.Th., M.Th., Pendeta Resort GKPS Batam Barat. Turut hadir Mortigor Afrizal Purba, S.E.Ak., M.Ak., C.A., ASEAN CPA, yang menjadi inisiator terjalinnya kolaborasi antara GKPS dan Indobaru University.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi menyepakati bahwa penyerahan resmi dokumen Nota Kesepahaman akan dilaksanakan pada rangkaian Pesta Olob-Olob GKPS yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Momentum tersebut dipilih agar dapat disaksikan langsung oleh para
pimpinan gereja, pelayan, serta warga jemaat GKPS dari berbagai daerah,
sehingga manfaat kerja sama dapat diketahui secara luas.
Meski demikian, kedua belah pihak menegaskan bahwa seluruh substansi kerja sama telah berlaku efektif sejak 26 Juni 2026.
Dengan
demikian, warga jemaat GKPS yang ingin melanjutkan pendidikan di
Indobaru University sudah dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang
disepakati tanpa harus menunggu seremoni penyerahan MoU pada September
mendatang.
Salah satu manfaat utama dari kerja sama tersebut
adalah pemberian potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar satu
semester bagi anggota jemaat GKPS yang memenuhi ketentuan, disertai
peluang mengikuti berbagai program pendidikan, pelatihan, penelitian,
dan pengabdian kepada masyarakat yang akan dikembangkan secara bersama.
Rektor
Indobaru University, Dr. Jontro Simanjuntak, mengatakan pihaknya
menyambut baik penguatan kemitraan tersebut sebagai bagian dari
pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
"Kami percaya
bahwa pendidikan merupakan sarana strategis untuk membangun masa depan
bangsa. Melalui kemitraan dengan GKPS, kami ingin menghadirkan akses
pendidikan tinggi yang lebih mudah dijangkau oleh warga jemaat sekaligus
membuka ruang kolaborasi dalam berbagai program pengabdian kepada
masyarakat. Kami berharap kerja sama ini menjadi kemitraan jangka
panjang yang memberikan manfaat nyata bagi gereja, dunia pendidikan, dan
masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Praeses GKPS Distrik VI,
Pdt. Oberlin Silalahi, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut sejalan
dengan arah pelayanan GKPS dalam membangun sumber daya manusia yang
unggul dan berkarakter.
"Kami menyambut baik kolaborasi ini
karena sejalan dengan semangat pelayanan GKPS dalam mempersiapkan sumber
daya manusia yang unggul, beriman, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Pendidikan merupakan bagian penting dari pelayanan gereja, sehingga
kerja sama ini diharapkan membuka kesempatan yang lebih luas bagi warga
jemaat di berbagai daerah," katanya.
![]() |
Pdt. Oberlin Silalahi, Praeses GKPS Distrik VI, bersama Pdt. Dr. Krisman Purba, S.Th., M.Th., Pendeta Resort GKPS Batam Barat, Kolaborasi antara GKPS dan Indobaru University. |
Senada dengan itu, Pdt. Dr. Krisman Purba menegaskan bahwa gereja harus terus membangun kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi jemaat.
"Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi merupakan langkah nyata menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Kami berharap semakin banyak putra-putri GKPS memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi dan menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif di tengah gereja maupun masyarakat," tuturnya.
Sebagai penggagas kerja sama, Mortigor Afrizal Purba mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan oleh seluruh pihak sehingga kolaborasi tersebut dapat diwujudkan.
"Harapan kami sederhana, yaitu agar semakin banyak warga GKPS memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi, dan kelak kembali mengabdi bagi gereja, masyarakat, serta bangsa Indonesia," ujarnya.
Kerja sama GKPS dan Indobaru University merupakan implementasi nyata dari Tema Besar GKPS Tahun 2026–2030, yang menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, serta pemberdayaan jemaat.
Sinergi antara gereja dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik, kuat dalam iman, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
Penyerahan resmi Nota Kesepahaman pada Pesta Olob-Olob GKPS September 2026 nantinya akan menjadi simbol dimulainya berbagai program kolaboratif yang telah berjalan efektif sejak Juni 2026.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara gereja, dunia pendidikan, dan para pelayan mampu membuka peluang baru dalam meningkatkan kualitas kehidupan jemaat serta menghadirkan pelayanan yang semakin transformatif dan berdampak bagi Indonesia. (Mat)



