Jembatan Musi V Resmi Kantongi Sertifikat Laik Fungsi, Hutama Karya Optimistis Tol Palembang–Betung Beroperasi Akhir 2026 Jembatan Musi V Resmi Kantongi Sertifikat Laik Fungsi, Hutama Karya Optimistis Tol Palembang–Betung Beroperasi Akhir 2026

Jembatan Musi V Resmi Kantongi Sertifikat Laik Fungsi, Hutama Karya Optimistis Tol Palembang–Betung Beroperasi Akhir 2026

Jembatan Musi V Resmi Kantongi Sertifikat Laik Fungsi, Hutama Karya Optimistis Tol Palembang–Betung Beroperasi Akhir 2026

Etahnews.id | JAKARTA -
PT Hutama Karya (Persero) resmi menerima Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi (PLF) Struktur Jembatan Musi V dari Kementerian Pekerjaan Umum. Penerbitan sertifikat ini menjadi tonggak penting dalam percepatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026.

‎Sertifikat diserahkan oleh Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus sekaligus Koordinator Sekretariat Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Armen Adekristi, kepada Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, pada Senin (27/7) di Jakarta.

‎Penyerahan tersebut turut disaksikan jajaran manajemen Hutama Karya, di antaranya Executive Vice President (EVP) Pembangunan Dwi Aryono Bayuaji, Vice President Pembangunan Martin Hutagalung, serta Project Director Palembang–Betung Struktur Fakhrudin.

‎Persetujuan Laik Fungsi diterbitkan setelah Jembatan Musi V berhasil melewati serangkaian evaluasi teknis yang dilakukan KKJTJ, mulai dari uji beban statik dan dinamik hingga penilaian menyeluruh terhadap aspek keselamatan, keamanan, dan kekuatan struktur.

‎Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Jembatan Musi V dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan teknis dan layak untuk difungsikan.

‎Armen Adekristi menyampaikan bahwa proses penerbitan sertifikat berjalan cepat berkat kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, Jembatan Musi V merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas di Sumatra Selatan.

‎Ia menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 Tahun 2022, pengelola berkewajiban melakukan pemantauan dan pemeliharaan jembatan secara berkala.

‎Untuk mendukung hal tersebut, Jembatan Musi V telah dilengkapi sensor pemantauan struktur yang terintegrasi dengan sistem dashboard monitoring dan ke depan akan didukung command center terpusat sehingga kondisi jembatan dapat dipantau secara real time.

‎Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum, KKJTJ, serta Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus atas dukungan selama proses pembangunan hingga terbitnya sertifikat laik fungsi.

‎Menurut Iwan, sejak proyek ini dilanjutkan Hutama Karya pada 2024, perusahaan berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target. Struktur Jembatan Musi V berhasil dirampungkan pada akhir tahun lalu dan telah difungsikan secara terbatas selama periode Natal dan Tahun Baru serta Idulfitri guna mendukung kelancaran arus lalu lintas.

‎Ia menambahkan, Jalan Tol Palembang–Betung merupakan infrastruktur yang sangat dinantikan masyarakat karena akan memangkas waktu tempuh perjalanan sekaligus meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi di Sumatra Selatan.

‎"Dalam pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung terdapat dua tantangan utama, yakni pembangunan Jembatan Musi V dan pekerjaan vacuum consolidation.

‎Berkat kolaborasi seluruh pihak, kedua pekerjaan tersebut berhasil diselesaikan dengan baik. Kami optimistis jalan tol ini dapat beroperasi sesuai target pada akhir tahun 2026 sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat," ujar Iwan.

‎Jembatan Musi V sendiri merupakan jembatan bertipe Balanced Cantilever Concrete Box Girder dengan bentang sepanjang 380 meter yang melintasi Sungai Musi. Struktur ini menjadi salah satu komponen utama pada pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung.

‎Ruas tol sepanjang 69,19 kilometer tersebut terbagi menjadi tiga seksi, yakni Seksi 1 Palembang–Rengas sepanjang 21,50 kilometer, Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 33 kilometer, dan Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung sepanjang 14,69 kilometer.

‎Hingga saat ini, progres konstruksi Jalan Tol Palembang–Betung telah mencapai 85,54 persen, sedangkan progres pengadaan lahan mencapai 88,43 persen.

‎Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proyek strategis nasional ini sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap seluruh standar teknis.

‎Kehadiran Jalan Tol Palembang–Betung diharapkan semakin memperkuat jaringan Jalan Tol Trans Sumatra sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah di Sumatra Selatan. (Tim)
Lebih baru Lebih lama