Siaga Bencana, Selamat Bersama: KKN 53 UMRAH dan BPBD Batam Edukasi Warga Rempang tentang Mitigasi Bencana Siaga Bencana, Selamat Bersama: KKN 53 UMRAH dan BPBD Batam Edukasi Warga Rempang tentang Mitigasi Bencana

Siaga Bencana, Selamat Bersama: KKN 53 UMRAH dan BPBD Batam Edukasi Warga Rempang tentang Mitigasi Bencana

Siaga Bencana, Selamat Bersama: KKN 53 UMRAH dan BPBD Batam Edukasi Warga Rempang tentang Mitigasi Bencana

 

Etahnews.id | BATAM - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 53 Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Kegiatan sosialisasi bertajuk “Siaga Bencana, Selamat Bersama: Edukasi Mitigasi dan Penyelamatan Diri” tersebut digelar pada Senin, 24 Agustus 2026, di kawasan Rempang Eco City, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Kegiatan dihadiri Camat Galang Danang Prilasandi, S.K.M., perwakilan RW Rempang Eco City, Ketua RT 01, masyarakat setempat, serta mahasiswa KKN 53 UMRAH.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari program kerja KKN 53 UMRAH yang diarahkan untuk memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kota Batam melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mohammad Farhan, S.E., memberikan materi mengenai pengenalan risiko bencana, langkah-langkah mitigasi, tindakan yang perlu dilakukan saat bencana terjadi, hingga teknik penyelamatan diri dan membantu orang lain dalam situasi darurat.

Masyarakat juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya tetap tenang dan tidak panik ketika menghadapi bencana. Selain itu, warga didorong untuk mengetahui jalur evakuasi serta titik kumpul yang aman sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko korban ketika terjadi keadaan darurat.

Ketua Kelompok KKN 53 UMRAH, Frando Sipayung, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk menghadirkan program yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.


“Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kelompok 53 untuk memberikan edukasi yang bermanfaat dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Kami melihat edukasi kebencanaan sangat penting, khususnya bagi masyarakat di Kota Batam yang memiliki berbagai potensi risiko bencana,” ujar Frando.

Menurutnya, keterlibatan BPBD Kota Batam memberikan nilai penting dalam kegiatan tersebut, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa KKN yang terlibat.

“Kolaborasi bersama BPBD Kota Batam memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan baru bagi peserta KKN maupun masyarakat yang mengikuti kegiatan ini,” katanya.

Frando berharap edukasi mitigasi bencana tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

“Kami berharap setelah kegiatan ini masyarakat tidak hanya mengetahui apa itu bencana, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini merupakan salah satu kunci untuk meminimalkan risiko dan korban ketika bencana terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Galang Danang Prilasandi, S.K.M., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UMRAH, khususnya Kelompok KKN 53, dalam memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UMRAH, khususnya Kelompok KKN 53, yang telah melaksanakan kegiatan seminar keselamatan ini. Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” kata Danang.

Ia menilai edukasi kebencanaan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang mampu mengambil tindakan tepat ketika menghadapi situasi darurat.

“Edukasi mengenai keselamatan dan mitigasi bencana sangat penting, terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar dapat mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, KKN 53 UMRAH berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya mendorong masyarakat Rempang agar semakin tanggap, tidak mudah panik, serta memahami langkah penyelamatan diri dan evakuasi ketika menghadapi bencana.

Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang memadai, masyarakat diharapkan mampu meminimalkan risiko serta membangun lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.(FS). 

Lebih baru Lebih lama