
Batu Miring Perumahan Kemuning City Ambruk Timpa 7 Rumah Warga Mangsang
Etahnews.id | BATAM – Bencana longsor batu miring terjadi di Perumahan Kemuning City, Kavling Bukit Layang, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Rabu (19/2/2026). Struktur penahan tanah milik properti yang dikembangkan PT Tekad Kreasi Abadi. ambruk setelah hujan deras mengguyur kawasan itu kurang dari satu jam, dan menimpa sedikitnya tujuh rumah warga.
Peristiwa tersebut membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk mengantisipasi longsor susulan.
Sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat tertimpa material batu dan tanah dari tebing yang runtuh.
Risden Sijabat, salah satu warga terdampak, mengaku sangat khawatir
dengan kondisi tersebut. Ia menilai konstruksi batu miring yang dibangun
di perumahan itu tidak kokoh dan membahayakan keselamatan warga.
“Tidak
sampai satu jam hujan deras, batu miring itu sudah ambruk dan menimpa
rumah kami. Kami sangat takut terjadi longsor susulan,” ujarnya.
Menurut
Risden, persoalan konstruksi batu miring ini sebenarnya sudah menjadi
kekhawatiran warga sejak tiga tahun terakhir. Warga bahkan telah
berulang kali meminta pihak pengembang untuk mengkaji ulang keamanan
properti tersebut.
Senada dengan itu, seorang warga lainnya
Irawati Sinaga mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada
pihak pengembang. Namun, menurutnya, aspirasi warga tidak pernah
ditanggapi secara serius.
![]() |
| Kondisi Rumah Warga yang terendam Air |
“Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan. Tapi setiap kali kami komplain, justru dihadapkan dengan oknum ormas dan LSM yang disebut-sebut suruhan perusahaan. Bahkan video dan dokumentasi yang pernah saya buat sempat diminta untuk dihapus,” ungkapnya.
Ia juga mengaku memiliki bukti-bukti terkait dugaan pembangunan batu miring yang dinilai tidak sesuai standar. “Dari yang kami lihat, batu miring itu seperti hanya disusun begitu saja. Kami khawatir sejak awal konstruksinya tidak kuat dan sewaktu-waktu bisa menimpa rumah kami,” tambahnya.
![]() |
| Kondisi Batu Miring Saat ini |
Kini, warga mengaku dihantui rasa takut untuk tetap tinggal di rumah masing-masing. Mereka mendesak PT Tekad Kreasi Abadi selaku pengembang untuk segera bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi serta dampak psikologis yang dialami warga.
“Kami minta pertanggungjawaban penuh atas kerusakan rumah dan semua dampak yang ditimbulkan. Keselamatan kami harus menjadi prioritas,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Tekad terkait insiden ambruknya batu miring tersebut. Warga berharap pemerintah setempat dan instansi terkait segera turun tangan melakukan investigasi teknis guna mencegah terjadinya bencana susulan. (Mat).



