Terbongkar! Direktur PT Riski Efanti Bersaja Akui Lalai, Ungkap Dugaan Aliran Dana Rp800 Juta di Balik Gagalnya Kontingen PSW ke Pesparawi Nasional. ‎ Terbongkar! Direktur PT Riski Efanti Bersaja Akui Lalai, Ungkap Dugaan Aliran Dana Rp800 Juta di Balik Gagalnya Kontingen PSW ke Pesparawi Nasional. ‎

Terbongkar! Direktur PT Riski Efanti Bersaja Akui Lalai, Ungkap Dugaan Aliran Dana Rp800 Juta di Balik Gagalnya Kontingen PSW ke Pesparawi Nasional. ‎

Direktur PT Riski Efanti Bersaja, Vivi Evanti Hasibuan

Etahnews.id | BATAM
– Tabir di balik gagalnya keberangkatan Tim Paduan Suara Wanita (PSW) Provinsi Kepulauan Riau menuju ajang Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua Barat, mulai terungkap. Direktur PT Riski Efanti Bersaja, Vivi Evanti Hasibuan, akhirnya menyampaikan klarifikasi dan mengakui adanya kelalaian dalam proses pengurusan perjalanan kontingen.

‎Dalam pernyataan resminya, Vivi menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua dan seluruh pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepulauan Riau, para peserta PSW, serta masyarakat atas kegagalan keberangkatan yang memicu polemik.

‎"Ini murni keteledoran saya dan terjadi di luar sepengetahuan Oppung Jumaga Nadeak selaku Ketua LPPD Kepri yang telah mempercayakan perusahaan travel saya untuk mengakomodasi perjalanan peserta Pesparawi. Saya memohon maaf dan siap bertanggung jawab serta menerima segala risiko atas kelalaian saya," ujar Vivi.

‎Ia menegaskan bahwa Ketua LPPD Kepri tidak mengetahui persoalan yang kemudian menyebabkan keberangkatan kontingen gagal sesuai jadwal.

‎Namun, pengakuan Vivi tidak berhenti pada persoalan kelalaian. Ia juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan seorang oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang disebutnya berinisial HEP.

‎Menurut pengakuannya, setelah PT Riski Efanti Bersaja menerima pembayaran dari panitia LPPD Kepri pada 7 Mei 2026 sebesar Rp1.016.300.000, dirinya diminta menyerahkan sekitar Rp700 juta secara tunai dan lebih dari Rp100 juta melalui transfer kepada oknum tersebut.

‎Total dana yang diserahkan, menurut pengakuannya, mencapai lebih dari Rp800 juta dengan alasan seluruh pengadaan tiket penerbangan akan ditangani langsung oleh oknum tersebut.

‎"Dana itu dipakai oleh oknum tersebut dengan komitmen bahwa seluruh urusan pekerjaan ini akan ditangani olehnya. Namun ketika jadwal keberangkatan tiba, tiket yang sudah dibooking ternyata belum juga dibayarkan sehingga akhirnya menimbulkan persoalan," ungkap Vivi.

‎Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut dugaan adanya keterlibatan pihak lain dalam rangkaian peristiwa yang menyebabkan kontingen PSW gagal mengikuti Pesparawi Nasional.

‎Meski demikian, dugaan tersebut masih merupakan pengakuan sepihak dari Vivi Evanti Hasibuan dan hingga kini belum memperoleh tanggapan maupun klarifikasi dari pihak yang disebut.

‎Vivi juga membantah tudingan bahwa perusahaan travel miliknya sengaja menelantarkan peserta PSW. Ia mengaku telah mendatangi Ketua dan pengurus PSW di Tanjungpinang pada 23 Juni 2026 untuk menjelaskan kondisi yang sebenarnya.

‎Selain itu, pada 25 Juni 2026 pihaknya tetap memberangkatkan peserta dari Batam menuju Jakarta dengan harapan perjalanan dapat dilanjutkan ke Manokwari menggunakan penerbangan Lion Air sesuai rencana. Namun peserta menolak untuk melanjutkan perjalanan karena percuma mereka berangkat jikalau tidak tampil dalam Pesparawi tersebut.

‎"Jadi tidak benar kalau saya menelantarkan peserta PSW dari kontingen Tanjungpinang. Kami terus berupaya agar mereka tetap bisa berangkat," katanya.

‎Selama berada di Jakarta, perusahaan juga mengaku menanggung kebutuhan peserta dengan menyediakan 14 kamar hotel, dan memberikan uang makan sebesar Rp2 juta untuk keperluan konsumsi PSW serta membeli tiket kepulangan bagi 27 peserta menuju Tanjungpinang Pada hari Jumat (26/06/2026).

‎"Saya sangat terpukul dengan kejadian ini. Saya juga menjadi korban dan tidak pernah memiliki niat sedikit pun untuk menipu siapa pun. Atas nama pribadi maupun perusahaan, saya memohon maaf kepada LPPD Kepri dan seluruh peserta PSW. Saya siap mempertanggungjawabkan persoalan ini serta berupaya menjembatani penyelesaiannya," tuturnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut berinisial HEP belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi resmi atas pernyataan Vivi Evanti Hasibuan. Redaksi masih berupaya menghubungi yang bersangkutan guna memperoleh konfirmasi sehingga asas keberimbangan dalam pemberitaan tetap terpenuhi.

‎Peristiwa ini diperkirakan akan menjadi perhatian aparat penegak hukum mengingat adanya dugaan aliran dana dalam jumlah besar yang berkaitan dengan pengadaan tiket keberangkatan kontingen Pesparawi.

‎Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah persoalan ini semata-mata merupakan kelalaian administratif atau terdapat dugaan pelanggaran hukum yang mengakibatkan kerugian terhadap para peserta maupun penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.
‎(Tim Investigasi Etahnews.id)
Lebih baru Lebih lama