Etahnews.id | BATAM - Upaya menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif di Kota Batam terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah. Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam melakukan audiensi dengan Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ariastuty Sirait, Jumat (19/6/2026).
Pertemuan yang dipimpin Ketua Kadin Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat, berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaborasi. Audiensi tersebut menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membahas berbagai persoalan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, dan keberlangsungan aktivitas dunia usaha di Batam.
Dalam kesempatan tersebut, Kadin Batam menyampaikan sejumlah masukan terkait kebijakan dan regulasi yang diterbitkan BP Batam, di antaranya Peraturan Kepala BP Batam Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Pertanahan di kawasan Batam serta Peraturan Kepala BP Batam Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Kepelabuhanan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Kadin berharap, proses penyusunan regulasi yang berkaitan langsung dengan dunia usaha ke depan dapat melibatkan konsultasi publik secara lebih intensif dengan para pelaku usaha melalui Kadin sebagai representasi dunia usaha. Keterlibatan pelaku usaha sejak tahap awal dinilai penting untuk menghasilkan kebijakan yang adaptif, memberikan kepastian berusaha, serta memperkuat daya saing investasi Batam.
Selain persoalan regulasi, Kadin Batam juga mengangkat sejumlah kendala yang masih dihadapi pelaku usaha, khususnya pemegang Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Beberapa persoalan yang menjadi perhatian antara lain belum tersedianya akses jalan menuju sejumlah kawasan industri, serta keberadaan bangunan liar yang menghambat konektivitas, aktivitas operasional, dan produktivitas kawasan usaha.
Menurut Kadin, persoalan infrastruktur dan kepastian tata ruang tersebut perlu segera ditangani secara bersama karena menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik investasi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kawasan industri di Batam.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyambut positif aspirasi yang disampaikan Kadin Kota Batam. BP Batam berkomitmen melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan terhadap berbagai hambatan yang dihadapi para pelaku usaha.
Melalui audiensi tersebut, Kadin Batam dan BP Batam menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat, menciptakan kepastian investasi, serta mempercepat pertumbuhan Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan yang semakin kompetitif.
"Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk memperkuat daya saing Batam sebagai pusat investasi dan perdagangan yang unggul di Indonesia," demikian semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. (RN)

