Etahnews.id | BATAM –Pengurus Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) Kepulauan Riau bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan komunitas meninjau langsung lokasi serta bangunan gedung serbaguna yang saat ini terbengkalai di wilayah Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Rabu (4/6/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas gagasan IKABSU Kepri untuk mewujudkan pembangunan Sopo Godang dan gedung bersama lima etnis Batak di Kota Batam.
Lokasi yang ditinjau merupakan aset milik ISENABASA yang sejak lama direncanakan menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan bagi masyarakat Batak di Batam.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IKABSU Kepri Jhonson Fidoli Sibuea, tokoh masyarakat Batak sekaligus mantan Anggota DPRD Provinsi Kepri Wirya Putra Sar Silalahi, Djandel Marbun, tokoh masyarakat Pakpak Ramali Padang, Landes kennedy sigalingging, Oscar Simorangkir, Asner Simamora, serta sejumlah tokoh dan perwakilan komunitas lainnya seperti Ormas Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kecamatan Lubuk Baja.
Dalam kesempatan itu, Wirya Putra Silalahi menjelaskan sejarah berdirinya ISENABASA yang dibentuk sekitar tahun 2000 pasca terjadinya konflik sosial antara kelompok masyarakat Batak dan Flores di Batam.
Menurutnya, ISENABASA merupakan wadah pemersatu lima sub etnis Batak, yakni Batak Toba, Simalungun, Pakpak, Karo, serta Mandailing-Angkola-Tapanuli Selatan. Organisasi tersebut saat itu dipimpin oleh Jhon Kennedy Aritonang dengan Sabar Malau sebagai sekretaris.
"Pada tahun 2002, ISENABASA memperoleh lahan sekitar 3,5 hektare. Namun karena berbagai persoalan internal dan kerja sama yang dilakukan, sebagian lahan kembali ditarik oleh BP Batam sehingga tersisa sekitar 2,2 hektare," ujar Wirya.
Ia menjelaskan, hasil kerja sama pemanfaatan lahan tersebut digunakan untuk membayar UWTO sekaligus membangun gedung serbaguna berukuran sekitar 40 x 50 meter yang hingga kini masih berupa kerangka bangunan.
Wirya juga mengungkapkan bahwa aset tersebut sejatinya dibangun untuk kepentingan bersama lima etnis Batak di Batam dan diharapkan dapat kembali difungsikan sesuai tujuan awal pendiriannya.
"Kami tetap mendukung program dan cita-cita ISENABASA. Harapan masyarakat Batak, lokasi dan aset yang ada dapat dimanfaatkan kembali sesuai tujuan awal sebagai pusat kegiatan bersama lima etnis Batak," katanya.
Sementara itu, Ramali Padang yang pernah menjadi kontraktor
pembangunan gedung tersebut menjelaskan bahwa dirinya mendapat amanah
untuk mengerjakan proyek tersebut sekitar tahun 2011.
"Awalnya
konsep bangunan ini adalah balai pertemuan atau gedung bersama. Saat itu
nilai RAB sekitar Rp1,8 miliar. Namun dalam pelaksanaannya baru
menghabiskan anggaran sekitar Rp800 juta sebelum pekerjaan akhirnya
dihentikan karena keterbatasan dana," jelasnya.
Menurut Ramali, seluruh pembayaran kepada pelaksana proyek telah dilakukan sesuai progres pekerjaan yang berjalan saat itu.
Ketua
IKABSU Kepri, Jhonson Fidoli Sibuea, menyampaikan bahwa kehadiran
pihaknya ke lokasi tersebut merupakan langkah awal untuk menindaklanjuti
gagasan pembangunan Sopo Godang dan pusat kegiatan bersama yang dapat
dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Ia mengatakan, pihaknya
telah menjalin komunikasi dengan pengurus ISENABASA untuk membahas
kemungkinan melanjutkan pembangunan gedung yang selama ini terbengkalai.
"Kami
berharap pembangunan ini dapat segera ditindaklanjuti. Pengurus
ISENABASA juga berencana memanggil tim atau pihak-pihak yang pernah
menggagas pembangunan tersebut agar dapat dicari solusi terbaik demi
kepentingan bersama," ujar Jhonson.
Menurutnya, keberadaan gedung bersama tersebut tidak hanya menjadi simbol persatuan lima etnis Batak, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial, budaya, pendidikan, dan kemasyarakatan.
Dukungan terhadap gagasan tersebut juga datang dari berbagai komunitas dan organisasi kemasyarakatan di Kota Batam. Salah satunya disampaikan Ketua PAC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kecamatan Lubuk Baja, Hery Siregar.
Ia menilai keberadaan gedung serbaguna dan Sopo Godang sangat dibutuhkan masyarakat mengingat masih terbatasnya fasilitas pertemuan yang representatif di Kota Batam.
"Tempat ini sangat potensial. Dengan sarana dan prasarana yang direncanakan, lokasi ini sangat layak dijadikan Sopo Godang dan gedung bersama lima etnis Batak. Kami dari PBB mendukung penuh gagasan yang disampaikan Ketua IKABSU Kepri," tegas Hery.
Para tokoh yang hadir berharap seluruh elemen masyarakat, pengurus ISENABASA, serta berbagai komunitas Batak dapat kembali menjalin kekompakan dan kebersamaan guna mewujudkan cita-cita pembangunan Sopo Godang sebagai simbol persatuan dan pusat kegiatan sosial masyarakat Batak di Kota Batam. (Mat)



