Tim Peduli ISENABASA Dibentuk, Usut Status Lahan dan Masa Depan Kampung Budaya Batak ‎ Tim Peduli ISENABASA Dibentuk, Usut Status Lahan dan Masa Depan Kampung Budaya Batak ‎

Tim Peduli ISENABASA Dibentuk, Usut Status Lahan dan Masa Depan Kampung Budaya Batak ‎


Etahnews.id | BATAM
– Perjalanan panjang aset milik ISENABASA (Ikatan Sosial Kerukunan Batak Nusantara) kembali menjadi perhatian masyarakat Batak di Kota Batam. Sejumlah pendiri dan perwakilan enam subetnis Batak sepakat membentuk Tim Peduli ISENABASA guna menelusuri status dan penyelesaian aset berupa lahan seluas sekitar 3,5 hektare yang sebelumnya diperoleh melalui Yayasan ISENABASA Barelang.

‎ISENABASA sendiri berdiri pada Februari 1999 sebagai wadah pemersatu masyarakat Batak di Batam yang terdiri dari enam subetnis, yakni Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing, dan Angkola.

‎Melalui Yayasan ISENABASA Barelang, organisasi tersebut pernah memperoleh lahan di kawasan Batam Center. Di atas lahan itu direncanakan akan dibangun gedung serbaguna dan Kampung Budaya Batak sebagai simbol persatuan enam subetnis Batak di Kota Batam.

‎Namun, keterbatasan pendanaan membuat pembangunan gedung terhenti pada tahun 2012 dan hingga kini belum dapat diselesaikan. Sebagian lahan juga pernah dikerjasamakan dengan pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pembayaran UWTO. Dalam perkembangannya, disebutkan bahwa aset tersebut kini telah dialihkan kepada yayasan lain.

‎Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.

‎Bagaimana tindak lanjut terhadap lahan yang dahulu diperoleh dari BP Batam tersebut?

‎Apakah rencana besar membangun gedung serbaguna dan Kampung Budaya Batak masih memiliki peluang untuk diwujudkan?

‎Menjawab keresahan tersebut, para pendiri dan perwakilan enam subetnis Batak menggelar rapat yang menghasilkan pembentukan Tim Peduli ISENABASA, beranggotakan enam orang yang mewakili masing-masing subetnis serta seorang sekretaris.

‎Salah seorang Tokoh masyarakat Batam sekaligus pihak yang tergabung Tim Peduli ISENABASA, Ir. Wirya Putra Silalahi, menyampaikan bahwa tim yang dibentuk bertujuan mencari informasi yang utuh mengenai status aset ISENABASA serta mengupayakan penyelesaian secara musyawarah dan damai.

‎"Kami ingin memperoleh kejelasan mengenai perjalanan aset ISENABASA dan mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak. Harapan kami, cita-cita para pendiri untuk menghadirkan pusat kegiatan dan budaya masyarakat Batak di Batam tetap dapat diperjuangkan melalui penyelesaian yang baik dan damai," ujarnya.

‎Tim Peduli ISENABASA diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi dengan seluruh pihak yang berkaitan dengan aset tersebut, sehingga status lahan maupun rencana pemanfaatannya dapat diketahui secara transparan.

‎Masyarakat Batak di Batam pun berharap pembentukan tim ini menjadi langkah awal untuk mengungkap fakta mengenai perjalanan aset ISENABASA sekaligus membuka peluang agar cita-cita mendirikan Gedung Serbaguna dan Kampung Budaya Batak suatu saat dapat kembali diwujudkan. (Mat).
Lebih baru Lebih lama