Ketua IKABSU Kepri Tegaskan Aset ISENABASA Harus Dikembalikan Sesuai Peruntukan, Targetkan Sopo Godang Batak Terwujud Ketua IKABSU Kepri Tegaskan Aset ISENABASA Harus Dikembalikan Sesuai Peruntukan, Targetkan Sopo Godang Batak Terwujud

Ketua IKABSU Kepri Tegaskan Aset ISENABASA Harus Dikembalikan Sesuai Peruntukan, Targetkan Sopo Godang Batak Terwujud


Etahnews.id | BATAM
– Komitmen untuk mengembalikan fungsi aset Yayasan ISENABASA sesuai cita-cita para pendiri terus menguat.

‎Setelah melalui proses pengumpulan data dan informasi dari sejumlah tokoh senior Batak di Kota Batam, Ketua IKABSU Provinsi Kepulauan Riau, Jhonson Fidoli Sibuea, menegaskan bahwa langkah konkret telah disepakati dengan membentuk Tim Peduli ISENABASA.

‎Menurut Jhonson, pembentukan tim tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama para tokoh Batak lintas subetnis yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan aset Yayasan ISENABASA dan rencana awal pembangunan pusat kegiatan masyarakat Batak.

‎"Penantian yang cukup lama dan setelah mengumpulkan data serta informasi dari sejumlah tokoh Batak di Batam tentang Yayasan ISENABASA dan aset sebidang tanah, kami sampai pada kesimpulan untuk membentuk tim guna mewujudkan kembali rencana awal dan maksud peruntukan lahan milik Yayasan ISENABASA," ujar Jhonson Fidoli Sibuea.

‎Ia menegaskan bahwa para tokoh senior Batak telah bersepakat melanjutkan cita-cita pembangunan Sopo Godang sebagai simbol persatuan enam subetnis Batak di Batam.

‎"Kami bersama para tokoh senior Batak telah sepakat untuk meneruskan dan mewujudkan berdirinya Sopo Godang. Kami juga mengingatkan kepada pihak mana pun agar tidak mencoba mengalihkan aset Yayasan ISENABASA tersebut, karena di lokasi sudah berdiri bangunan milik Yayasan ISENABASA. Dengan bangga saya sampaikan bahwa langkah ini mendapat dukungan penuh dari para tokoh senior Batak untuk melanjutkan rencana awal peruntukan lahan tersebut," tegasnya.

‎Senada dengan itu, Koordinator Wilayah PARNA Batam Kota, Landes Kennedy Sigalingging, menyatakan bahwa generasi muda Batak mendukung penuh upaya para pendiri dan tokoh senior dalam memperjuangkan kembali tujuan awal pemberian lahan tersebut.

‎Ia mengatakan, sejak persoalan aset ISENABASA kembali mencuat, pihaknya ikut mendampingi proses penelusuran sejarah dan status lahan dengan menemui berbagai tokoh yang mengetahui perjalanan Yayasan ISENABASA.

‎Menurut Landes, informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa lahan tersebut masih merupakan aset Yayasan ISENABASA sehingga sudah sepatutnya dimanfaatkan sesuai cita-cita awal para pendiri.

‎"Sebagai generasi muda, kami mendesak para pendiri Yayasan ISENABASA dan tokoh senior Batak di Batam untuk melanjutkan rencana awal maupun maksud dan tujuan peruntukan lahan tersebut. Kami juga mengingatkan kepada pihak tertentu yang ingin menguasai atau merasa telah menguasai lahan itu agar mengingat kembali sejarah pengalokasian lahan oleh Otorita Batam kepada Yayasan ISENABASA pada tahun 2000 yang memiliki latar belakang sejarah tersendiri," ujarnya.

‎Melalui pembentukan Tim Peduli ISENABASA, diharapkan seluruh proses penelusuran aset dapat dilakukan secara terbuka, objektif, dan mengedepankan musyawarah, sehingga keberadaan lahan tersebut dapat kembali memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Batak di Kota Batam.

‎Para tokoh berharap, perjuangan ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan aset, tetapi juga menjadi momentum menghidupkan kembali cita-cita besar para pendiri untuk menghadirkan Sopo Godang, Gedung Serbaguna, dan Kampung Budaya Batak sebagai simbol persatuan enam subetnis Batak di Kota Batam. (Mat)
Lebih baru Lebih lama