Viral! Kontingen Paduan Suara Wanita Kepri Terlantar di Soetta, Gagal Bertanding di Pesparawi Nasional Viral! Kontingen Paduan Suara Wanita Kepri Terlantar di Soetta, Gagal Bertanding di Pesparawi Nasional

Viral! Kontingen Paduan Suara Wanita Kepri Terlantar di Soetta, Gagal Bertanding di Pesparawi Nasional

Tim Paduan Suara Wanita (PSW) Kontingen Provinsi Kepulauan Riau asal Kota Tanjungpinang dipastikan gagal mengikuti lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional 2026 di Manokwari

Etahnews.id | JAKARTA
– Tim Paduan Suara Wanita (PSW) Kontingen Provinsi Kepulauan Riau asal Kota Tanjungpinang dipastikan gagal mengikuti lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Nasional 2026 di Manokwari, Papua Barat, setelah terkendala persoalan tiket keberangkatan yang diduga tidak valid atau "tiket bodong".

‎Sebanyak 27 peserta bersama Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepulauan Riau, Ria Ukur Tondang, diketahui telah tiba di Jakarta pada Kamis malam. Namun, saat proses keberangkatan menuju Manokwari, mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan setelah hasil validasi menunjukkan tiket yang diterima hanya berstatus pemesanan (booking) dan belum dilakukan pembayaran.

‎Akibatnya, rombongan terlantar cukup lama di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (26/6/2026). Padahal, Tim Paduan Suara Wanita dijadwalkan tampil lebih dahulu pada hari yang sama di ajang Pesparawi Nasional.

‎Ria Ukur Tondang mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima tiket dalam bentuk hard copy jauh sebelum keberangkatan dan tidak pernah memperoleh pemberitahuan maupun arahan dari panitia untuk membatalkan perjalanan.

‎"Kami dianggap sebagai peserta yang sah. Tiket sudah kami terima sejak tanggal 24 dalam bentuk hard copy. Saat divalidasi ternyata tiket hanya di-booking tetapi belum dibayar. Tidak pernah ada arahan agar kami menghentikan keberangkatan ataupun membatalkan perjalanan," ujarnya.

‎Ia juga mengaku telah berulang kali menghubungi panitia, termasuk sejumlah pengurus, namun respons yang diterima sangat lambat.

‎Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya terjadi di Jakarta. Sebelumnya, rombongan PSW juga telah terlantar selama satu hari di Batam akibat penundaan keberangkatan.

‎"Jakarta menjadi puncak dari persoalan ini. Kami tidak difasilitasi dengan baik. Sementara kontingen Paduan Suara Pria sudah lebih dahulu diberangkatkan, padahal jadwal tampil kami seharusnya lebih dulu," katanya.

‎Kegagalan berangkat tersebut menyisakan kekecewaan mendalam bagi seluruh peserta. Berbulan-bulan latihan, pengorbanan waktu, tenaga, serta persiapan yang telah dilakukan akhirnya tidak dapat diwujudkan di panggung nasional.

‎Video yang beredar di media sosial memperlihatkan para peserta, yang mayoritas perempuan, tampak menangis dan meminta solusi kepada panitia atas kondisi yang mereka alami.

‎Menanggapi polemik tersebut, Humas Panitia Pesparawi Kepri, Mider Sinaga, melalui pesan di grup WhatsApp Forum Batak Batam menjelaskan bahwa seluruh biaya tiket pulang-pergi Batam Manokwari telah dibayarkan panitia kepada pihak travel sekitar satu bulan sebelumnya.

‎Menurutnya, dugaan awal menunjukkan pihak travel hanya membelikan tiket Batam–Jakarta, sementara tiket lanjutan dari Jakarta menuju Manokwari tidak diterbitkan meski telah dibayarkan oleh panitia.

‎"Kalau memang terjadi permasalahan ini, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab pihak travel. Panitia telah membayar seluruh biaya tiket kepada pihak travel, dan pihak travel menyatakan akan bertanggung jawab atas kejadian ini," tulis Mider Sinaga.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak travel terkait dugaan tidak diterbitkannya tiket lanjutan tersebut. Sementara itu, para peserta Tim Paduan Suara Wanita direncanakan kembali ke Kota Tanjungpinang pada hari yang sama tanpa sempat mengikuti perlombaan yang telah mereka persiapkan selama berbulan-bulan. (Mat)
Lebih baru Lebih lama