Pimpinan Aras Gereja Kepri Beri Penguatan Pastoral kepada Kontingen PSW yang Gagal Berangkat ke Pesparawi Nasional Pimpinan Aras Gereja Kepri Beri Penguatan Pastoral kepada Kontingen PSW yang Gagal Berangkat ke Pesparawi Nasional

Pimpinan Aras Gereja Kepri Beri Penguatan Pastoral kepada Kontingen PSW yang Gagal Berangkat ke Pesparawi Nasional


Ketua Lembaga² Aras (PGIW, PGPI, PGLII, PBI)

 

Etahnews.id | TANJUNGPINANG - Pimpinan lembaga-lembaga aras gereja di Kepulauan Riau (Kepri) mengunjungi peserta kategori Paduan Suara Wanita (PSW) kontingen Kepri yang batal berangkat mengikuti Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua Barat. Kunjungan pastoral tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moril dan penguatan iman kepada para peserta yang tengah menghadapi tekanan psikologis akibat kegagalan keberangkatan.

Peristiwa batalnya keberangkatan kontingen PSW Kepri sebelumnya menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai media maupun media sosial. Gelombang simpati mengalir dari masyarakat kepada para peserta yang dinilai menjadi korban dari situasi yang tidak diharapkan.

Koordinator lembaga aras gereja Kepri, Pdt. Timbul Silalahi, mengatakan kehadiran para pimpinan gereja merupakan bentuk tanggung jawab sebagai orang tua rohani bagi seluruh warga gereja, khususnya peserta PSW yang sedang mengalami masa sulit.

"Kami hadir untuk menguatkan dan mendoakan mereka. Kami ingin mereka tetap tegar dan tidak larut dalam kekecewaan atas peristiwa yang terjadi," ujarnya.

 

Pimpinan Aras Gereja Kepri Beri Penguatan Pastoral kepada Kontingen PSW yang Gagal Berangkat ke Pesparawi Nasional


Dalam pelayanan pastoral tersebut, Ketua Umum PGIW Kepri menyampaikan penguatan berdasarkan Firman Tuhan dari 2 Korintus 4:8-9. Ia mengingatkan bahwa setiap pelayanan kepada Tuhan tidak selalu berjalan mulus dan dapat diwarnai berbagai tantangan maupun penderitaan.

Menurutnya, ketika paduan suara dipahami sebagai bagian dari kesaksian iman, maka berbagai himpitan, tekanan, bahkan perasaan ditinggalkan dapat menjadi bagian dari perjalanan pelayanan. Namun Firman Tuhan menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.

"Paulus berkata kita memang dihimpit, tetapi tidak terjepit; dihempaskan, tetapi tidak binasa. Tuhan tetap menyertai dan menguatkan. Karena itu kami hadir untuk meneguhkan bahwa penyertaan Tuhan tetap nyata dalam menghadapi bahkan melewati masa-masa sulit ini," ungkapnya.

Penguatan serupa juga disampaikan Ketua PGLII Kepri, Pdt. Dr. Jusni Situmorang, dan Ketua Perkumpulan Baptis Indonesia (PBI) Kepri, Pdt. Minto Widodo, S.Th. Keduanya mengajak seluruh peserta tetap sabar, tabah, dan percaya bahwa Tuhan akan membuka kesempatan yang lebih baik pada masa mendatang.

Sementara itu, Sekretaris Umum PGIW Kepri menilai gagalnya keberangkatan kontingen PSW merupakan cobaan yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Menurutnya, setiap peristiwa, termasuk yang menyedihkan, selalu memiliki hikmah yang dapat dipetik.

Ia mengimbau seluruh pihak untuk tidak saling menyalahkan maupun memperkeruh suasana. Sebaliknya, semua pihak diharapkan saling memaafkan sambil menunggu penyelesaian secara menyeluruh dari panitia maupun Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD).

"Apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap norma hukum, biarlah proses tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Yang terpenting saat ini adalah mendukung para peserta agar segera bangkit, melanjutkan aktivitas seperti biasa, serta terus berharap adanya penyelesaian yang adil bagi semua pihak," katanya.

Kunjungan pastoral tersebut dihadiri jajaran pimpinan lembaga aras gereja di Kepri, di antaranya PGIW Kepri, PGPI Kepri, PGLII Kepri, dan Perkumpulan Baptis Indonesia (PBI). Kehadiran mereka menjadi simbol solidaritas dan kepedulian gereja terhadap para peserta yang terdampak, sekaligus mengajak seluruh umat untuk tetap menjaga persatuan, saling menguatkan, dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana atas persoalan yang terjadi. (Tim).

Lebih baru Lebih lama