Aras Gereja Nasional Kepri Desak Aparat Usut Tuntas Gagalnya Keberangkatan Kontingen PSW ke Pesparawi Nasional ‎ Aras Gereja Nasional Kepri Desak Aparat Usut Tuntas Gagalnya Keberangkatan Kontingen PSW ke Pesparawi Nasional ‎

Aras Gereja Nasional Kepri Desak Aparat Usut Tuntas Gagalnya Keberangkatan Kontingen PSW ke Pesparawi Nasional ‎


Etahnews.id | BATAM
– Perkumpulan Aras Gereja Nasional (AGN) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait batalnya keberangkatan Kontingen Pesparawi Nasional kategori Paduan Suara Wanita (PSW) perwakilan Kepulauan Riau menuju Manokwari, Papua Barat.

‎Pernyataan sikap bernomor 020/AGN/Kepri/VI/2026 yang diterbitkan pada 29 Juni 2026 itu merupakan respons atas polemik yang viral di berbagai media sosial mengenai dugaan penggunaan tiket yang belum lunas atau hanya berupa booking, sehingga peserta PSW gagal melanjutkan perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Manokwari.

‎Dalam surat tersebut, pimpinan AGN Kepri menyampaikan empat poin sikap.

‎Pertama, AGN Kepri memberikan dukungan moral kepada seluruh peserta PSW yang telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk mengikuti Pesparawi Nasional, namun harus menelan kekecewaan akibat tidak dapat berangkat karena tiket yang diberikan tidak dapat divalidasi oleh maskapai.

‎Selain itu, AGN Kepri juga menyatakan dukungan terhadap upaya pemulihan hak-hak para peserta dari pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

‎Kedua, AGN Kepri menyampaikan rasa prihatin dan menyesalkan terjadinya peristiwa yang dinilai telah mencoreng persiapan kontingen Kepri. Organisasi lintas gereja itu menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan LPPD Kepri, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

‎Ketiga, AGN Kepri secara tegas meminta aparat penegak hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan, untuk mengusut tuntas kasus tersebut apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum.

‎Menurut mereka, peristiwa ini tidak hanya merugikan para peserta, tetapi juga mencoreng nama baik gereja dan Provinsi Kepulauan Riau.

‎"Perlu ada pertanggungjawaban moral dan pertanggungjawaban hukum dari pihak atau oknum tertentu yang mengakibatkan terjadinya peristiwa dimaksud," demikian salah satu poin dalam pernyataan sikap tersebut.

‎Keempat, AGN Kepri mengimbau seluruh warga gereja di Kepulauan Riau agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial, serta terus menjaga persaudaraan dan mengawal penyelesaian persoalan ini secara damai sesuai koridor hukum.

‎Dalam penutup surat, AGN Kepri menegaskan bahwa pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian atas peristiwa yang terjadi. Mereka berharap penyelesaian terbaik dapat segera dicapai sehingga keadilan bagi para peserta terwujud dan nama Tuhan tetap dimuliakan.

‎Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh pimpinan Aras Gereja Nasional Kepri, yakni Pdt. Timbul Silalahi, M.Th (Koordinator Lembaga Aras), Pdt. Ronald Octavian Rampala, S.Th (Ketua PGI Wilayah Kepri), Pdt. Dr. Jusni Situmorang, M.Mis (Ketua PGLII Kepri), Pdt. Minto Widodo, S.Th (Ketua PBI Kepri), dan Pdt. Heddy Silitonga, M.Fil (Ketua GMAHK Kepri).

‎Kasus batalnya keberangkatan Kontingen PSW Kepri hingga kini masih menjadi sorotan publik. Berbagai pihak berharap persoalan tersebut dapat diusut secara transparan, sehingga pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.(Tim).
Lebih baru Lebih lama